Dari gosip yang beredar (caaaa padahal kaga ada) eh tunggu sebelumnya, GUE KANGEN BANGET NGE-POOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOST!!!!! Muahaha, oke oke serius. Katanya besok ada gerhana matahari loh boooooooook! Langka banget yekan gerhana matahari kan cuma berapa taun sekali tuh, nah yang bakal mendatangi Jakarta ini adalah Gerhana Matahari Cingcin Cincin! Yang akan berlangsung sekitar jam 1/2 4 sampe 1/2 7 sore gitu dec.
Nih deh, biar gak pada bingung mendengarkan gue yang cantik gak jelas ini, gue copy-paste aja langsung dari sumber info yang gue dapat yaitu dari salah satu forum terbesar di Indonesia (caaaa)
Wilayah Indonesia akan dilewati gerhana matahari cincin pada Senin, 26 Januari 2009 yang dapat disaksikan masyarakat menjelang matahari terbenam.
"Waktu gerhana di Bandung mulai pukul 15.20-17.49 WIB. Untuk daerah-daerah lain di Indonesia, waktu gerhana sekitar waktu itu plus-minus 10 menit, yang dapat disaksikan selama 1-6 menit," kata peneliti bidang matahari dan lingkungan antariksa, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin, yang dihubungi di Bandung, Kamis.
Daerah yang akan terlintasi tersebut adalah Banten, Lampung, Sumatera Selatan, Bangka-Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Tengah.
Sedangkan wilayah lainnya akan menyaksikan gerhana matahari sebagian dengan penutupan piringan matahari lebih dari 50%.
"Di Jakarta yang teramati adalah gerhana matahari sebagian dengan penutupan piringan matahari 91%. Gerhana mulai 15.20-17.50 WIB. Pada saat itu bisa dilakukan sholat gerhana," katanya.
Ia juga mengingatkan agar gerhana matahari ini tidak dilihat langsung dengan mata telanjang meski gerhana matahari cincin relatif lebih aman daripada gerhana matahari total, berhubung perubahan kecemerlangannya tidak sedrastis gerhana matahari total.
Gerhana matahari cincin, ujarnya, terjadi pada saat piringan matahari tidak tertutup penuh oleh piringan bulan, sehingga tampak seperti cincin yang melingkari bulan yang tampak gelap.
"Jadi pada saat gerhana matahari cincin, tidak akan gelap seperti malam seperti pada gerhana matahari total. Pada gerhana matahari cincin kali ini penutupan bagian tengah piringan matahari sekitar 93-96%," katanya.
Pada 26 Januari 2009 jarak matahari dari bumi 0,985 Satuan Astronomi (SA), lebih dekat dari rata-ratanya sejauh 1 SA atau 150 juta km.
Akibatnya, diameter sudut matahari lebih besar dari rata-rata sekitar 0,5 derajat.
Sedangkan bulan berjarak 401.915 km dari bumi, yang berarti lebih jauh dari rata-ratanya sejauh 384.000 km, akibatnya, diameter sudut bulan menjadi lebih kecil dari rata-ratanya.
Saat itu, diameter matahari 32? 32" dan diameter sudut bulan 29? 43", katanya.
Naaaaaaaaah, itu sedikit info bagi kalian bok, kalo ada yang udah tau yaudah bukan buat lo berarti informasinya. Fyi ngeliat Gerhana Matahari kan gak boleh secara live nih kata anak pinter disekolah gue mesti beli kacamata khusus. Gelaaa gak sih lo, mahal kan ye pasti. Makanya ini, gue co-pas lagi cara biar kita bisa ngeliat Gerhana Matahari itu tanpa mengeluarkan uang banyak. Muahaha
Bidang atas seluas kira-kira 30cm x 30cm (kardus!) diberi lubang kecil (sering disebut pinhole) berdiameter sekitar 1 mm pada jarak 5cm dari tepi. Melalui lubang ini, cahaya matahari nanti menerobos untuk membentuk citra pada permukaan dalam di bidang bawah. Makin tinggi ukuran kotak, citra matahari semakin besar. Tetapi demi praktisnya, cukuplah jika tinggi kotak antara 50 sampai 80 cm.
Selanjutnya pada tepi bidang atas dibuat lubang melebar sebagai tempat secukupnya bagi kedua mata untuk mengintip ke dalam kotak. Dalam pemakaian, dengan membelakangi matahari, kotak dipegang sambil mata mengintip ke dalam. Kotak dimiring-miringkan sedikit untuk menemukan arah terbaik yang menghasilkan citra matahari pada bidang bawah.
Dua alasan yang membuat kotak ini aman. Pertama karena lubang kecil hanya membolehkan sedikit pancaran matahari yang masuk. Kedua karena kita mengamati dengan membelakangi matahari, menjauhkan mata dari sorotan sang surya.
Prinsip yang sama juga ditemui di tempat lain. Mereka yang tidak sempat membuat kotak dapat bersiap di bawah pohon yang masih meloloskan sedikit cahaya matahari, sehingga dalam keadaan biasa menampakkan bulatan-bulatan terang di tanah. Coba perhatikan bulatan-bulatan kecil itu, pada saat gerhana matahari bentuknya menjadi sabit. Apabila angin berhembus menggoyang dedaunan, sabit-sabit terang itupun bergerak lucu berkeliaran.
Itu diaaaaaaaaaaaaaaaa, semoga bermanfaat yaaa teman-teman. Okedeh gue juga mau bikin dulu ya, dadaaaaaaaaaaaaaaaaaah
Jan 25, 2009
Gerhana Matahari?
Label: Gerhana Matahari
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


0 comment:
Post a Comment